012 - perubahan besar.di rumah Halimah
๐ด๐ด๐ด๐ช๐ซ๐ช๐ด๐ด
๐ OneDayOneSiroh▫lll
๐ฎMATERI 012๐ฎ
ุงََُّูููู َّ ุตَِّู ุนََูู ู ُุญَู َّุฏٍ َู ุนََูู ุขِู ู ُุญَู ุฏ
๐ Kehidupan Keluarga Rasulullah SAW ๐
"Cup, cup, sayang," Halimah bin Bakr membelai bayi dalam gendongannya. Bayi mungil itu terus menangis. Rupanya dia kehausan. Air susu Halimah kering.
"Apa kita jadi pergi ke kota sekarang?" tanya suami Halimah.
"Jadi, harus," jawab Halimah.
๐พMusim paceklik menimpa desa mereka. Kekeringan merajalela. Unta milik Halimah tidak mengeluarkan susu sama sekali. Makanan pun sangat terbatas. Halimah sekeluarga kekurangan makan dan minum.
๐นHalimah bersama suami dan anaknya menuju kota Mekkah dengan mengendarai seekor keledai tua. Halimah susah payah memacu keledainya. Tiba di Mekah, Halimah mencari bayi akan disusuinya. Semua teman Halimah sudah mendapatkan bayi. Mereka mendapatkan upah dari ayah bayi yang disusui. Tinggallah Halimah yang belum mendapatkan bayi.
"Ada seorang bayi yatim. Apa kamu mau mengambilnya?" tanya suami Halimah.
๐ทSemua teman Halimah tidak mau mengambilnya, Halimahpun ragu-ragu. Apa yang bisa diharapkan dari bayi yatim? Bukankah upah besar yang diharapkan dari menyusui?
๐Hari sudah senja. Halimah gusar karena belum mendapatkan bayi. Halimah tidak mau pulang tanpa membawa bayi. Dengan terpaksa Halimah pun mengambil bayi yatim tersebut.
"Semoga Allah memberikan berkah kepada kita, "ujar suami Halimah lagi.
๐ Bayi itu adalah Muhammad. Tiba di rumah, Halimah langsung menyusui Muhammad. Keajaiban terjadi, ASI Halimah keluar sangat banyak. Muhammad puas meminumnya, begitu juga dengan anak halimah. Kedua bayi ikut tertidur pulas malam itu.
"Halimah, lihatlah!" teriak suami Halimah.
๐Halimah bergegas menjumpai suaminya Halimah terbelalak melihat kambing dan untanya mengeluarkan susu sangat banyak. Suami Halimah memerah dengan sukacita. Keduanya meminum susu binatang peliharaannya hingga kenyang.
๐Sejak kehadiran Muhammad di keluarga Halimah, terjadi perubahan besar.
Kita lanjutkan besok ya kisahnya.....
lnsyaallah
๐Editor : Ustadzah Ratna
๐ฎMATERI 012๐ฎ
๐ฟ๐๐ฟ๐๐ฟ๐๐ฟ๐ช๐ฟ
๐ OneDayOneSiroh▫lll
๐ฎMATERI 012๐ฎ
ุงََُّูููู َّ ุตَِّู ุนََูู ู ُุญَู َّุฏٍ َู ุนََูู ุขِู ู ُุญَู ุฏ
๐ Kehidupan Keluarga Rasulullah SAW ๐
"Cup, cup, sayang," Halimah bin Bakr membelai bayi dalam gendongannya. Bayi mungil itu terus menangis. Rupanya dia kehausan. Air susu Halimah kering.
"Apa kita jadi pergi ke kota sekarang?" tanya suami Halimah.
"Jadi, harus," jawab Halimah.
๐พMusim paceklik menimpa desa mereka. Kekeringan merajalela. Unta milik Halimah tidak mengeluarkan susu sama sekali. Makanan pun sangat terbatas. Halimah sekeluarga kekurangan makan dan minum.
๐นHalimah bersama suami dan anaknya menuju kota Mekkah dengan mengendarai seekor keledai tua. Halimah susah payah memacu keledainya. Tiba di Mekah, Halimah mencari bayi akan disusuinya. Semua teman Halimah sudah mendapatkan bayi. Mereka mendapatkan upah dari ayah bayi yang disusui. Tinggallah Halimah yang belum mendapatkan bayi.
"Ada seorang bayi yatim. Apa kamu mau mengambilnya?" tanya suami Halimah.
๐ทSemua teman Halimah tidak mau mengambilnya, Halimahpun ragu-ragu. Apa yang bisa diharapkan dari bayi yatim? Bukankah upah besar yang diharapkan dari menyusui?
๐Hari sudah senja. Halimah gusar karena belum mendapatkan bayi. Halimah tidak mau pulang tanpa membawa bayi. Dengan terpaksa Halimah pun mengambil bayi yatim tersebut.
"Semoga Allah memberikan berkah kepada kita, "ujar suami Halimah lagi.
๐ Bayi itu adalah Muhammad. Tiba di rumah, Halimah langsung menyusui Muhammad. Keajaiban terjadi, ASI Halimah keluar sangat banyak. Muhammad puas meminumnya, begitu juga dengan anak halimah. Kedua bayi ikut tertidur pulas malam itu.
"Halimah, lihatlah!" teriak suami Halimah.
๐Halimah bergegas menjumpai suaminya Halimah terbelalak melihat kambing dan untanya mengeluarkan susu sangat banyak. Suami Halimah memerah dengan sukacita. Keduanya meminum susu binatang peliharaannya hingga kenyang.
๐Sejak kehadiran Muhammad di keluarga Halimah, terjadi perubahan besar.
Kita lanjutkan besok ya kisahnya.....
lnsyaallah
๐Editor : Ustadzah Ratna
๐ฎMATERI 012๐ฎ
๐ฟ๐๐ฟ๐๐ฟ๐๐ฟ๐ช๐ฟ
Comments
Post a Comment