016 - duduk diatas permadani Abdul Muthalib

๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿ—บ๐ŸŒด๐Ÿ—บ๐ŸŒด๐Ÿ—บ๐ŸŒด๐ŸŒด

๐Ÿ“–OneDayOneSiroh-III๐Ÿ“–

๐Ÿ—บ Materi 16 ๐Ÿ—บ

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ

ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

 ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ

๐Ÿ’ Kehidupan Keluarga Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ๐Ÿ’

Kematian Aminah membuat Muhammad murung.

"Masih ada aku Muhammad," kata Abdul Muthalib melihat cucunya sedih.

๐Ÿฅ€Muhammad menyeka air matanya, lalu memeluk Abdul Muthalib sang kakek. Sejak itu Muhammad mendapatkan curahan kasih sayang dari sang kakek. Abdul Muthalib sangat menyayangi Muhammad. Perasaan sedih selalu bergelayut dalam hati Abdul Muthalib ketika menatap wajah Muhammad. "Kalau bukan diriku, siapa lagi yang menyayangi Muhammad," begitu pikir Abdul Muthalib.

๐Ÿ•‹Abdul Muthalib sangat disegani di kalangan masyarakat Quraisy. Di bawah Ka'bah ada permadani untuk Abdul Muthalib. Anak-anaknya duduk berkeliling sekitar permadani. Mereka menanti kedatangan Abdul Muthalib. Tidak seorangpun berani duduk di atas permadani.

♦Pada suatu hari Muhammad kecil  datang ke Ka'bah dan duduk diatas permadani tersebut. Paman-pamannya berusaha untuk mencegah, namun Abdul Muthalib tidak melarang.

 ูˆَ ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

๐Ÿ“ Editor : Ustadzah Ratna

♦ MATERI 16 ♦

⚜♦⚜♦⚜♦⚜♦⚜

Comments

Popular posts from this blog

005 - Kehidupan Keluarga Rasulullah SAW

001 - Kehidupan Keluarga Rasulullah SAW

003 - Kehidupan Keluarga Rasulullah SAW